echopediaboy tips dan trik blogspot

Kamis, 15 November 2012

Inilah 7 Serangan Cyber yang Menghebohkan Dunia




Inilah 7 Serangan Cyber yang Menghebohkan Dunia - Peperangan masa kini tidak hanya berlangsung di dunia nyata. Di dunia maya pun kerap terjadi serangan cyber oleh para hacker, bahkan antar negara.

Cyberwar atau perang cyber antar negara biasanya dilakukan secara sistematis dengan bantuan para hacker handal. Dan sasaran serangan biasanya infrastruktur penting sebuah negara. Namun ada pula hacker individu yang karena kepandaiannya berhasil melancarkan serangan cyber yang hebat.


Serangan cyber apa saja yang dinilai cukup menghebohkan? Berikut di antaranya


Titan Rain

China diduga kuat mengembangkan kapabilitas serangan cyber luar biasa yang ditujukan untuk memata-matai negara lain. Terutama Amerika Serikat.

Pada tahun 2003, China dilaporkan melancarkan serangan cyber besar-besaran ke Amerika Serikat yang dijuluki sebagai serangan Titan Rain. Serangan ini berlangsung terus menerus selama tiga tahun dan menyasar institusi penting di Negeri Paman Sam.


Asal serangan diketahui berasal dari beberapa lokasi di China. Meskipun tidak dapat dipastikan apakah pelakunya individu atau memang sengaja disponsori oleh negara Asia tersebut.


Sasaran serangan seperti NASA, Lockheed Martin, dan Sandia National Laboratories. Dan selain AS, operasi Titan Rain dilaporkan juga menyasar negara lain, seperti Inggris.


Menurut laporan media The Guardian ketika itu, serangan asal China menyasar Kementerian Luar Negeri setempat untuk mendapatkan informasi berharga.


Estonia Lumpuh

Pada 27 April 2007, serangan cyber besar-besaran melanda Estonia. Sasaran serangan adalah institusi penting setempat seperti parlemen, bank, kementerian, sampai media massa.

Kebanyakan serangan berjenis distributed denial of service dengan berbagai macam metode. Selain itu, metode spamming dan deface juga marak dilakukan oleh para pelakunya.


Beberapa pengamat meyakini serangan ini adalah salah satu yang paling canggih dan sistematis. Banyak yang beranggapan pelakunya didukung negara. Dalam hal ini, tuduhan mengarah ke Rusia.


Konon serangan dilakukan sebagai protes kebijakan Perdana Menteri Andrus Ansip. Protes terjadi karena Ansip membongkar sebuah monumen tentara Rusia dari ibu kota Estonia, Stallin.


Menteri luar negeri Estonia, Urmas Paet menuding Rusia terlibat secara langsung dalam serangan tersebut. Namun mereka tidak dapat mengajukan buti kuat dan pihak Rusia pun membantahnya.


Awal tahun 2012, seorang hacker beretnis Rusia dihukum di Estonia. Dmitri Galushkevic adalah hacker pertama yang dihukum karena melancarkan serangan tersebut.


Stuxnet

Pada tahun 2010, kegegeran tejadi di Iran. Sebuah virus komputer yang sangat canggih menyasar fasilitas nuklir mereka.

"Indikasinya, pembuat Stuxnet ingin masuk ke dalam sistem dan tidak ditemukan untuk waktu lama dan melakukan perubahan secara perlahan dan diam-diam, tanpa menimbulkan kegagalan sistem," tulis Liam O Murchu, peneliti Symantec Security Response ketika itu.


Awalnya, Stuxnet dikira sebagai worm biasa yang cukup canggih. Tapi, peneliti kemudian menemukan worm itu menargetkan sistem khusus 'supervisory control and data acquisition' (SCADA).


SCADA digunakan untuk mengendalikan sistem pipa, pembangkit listrik tenaga nuklir dan perangkat manufaktur lainnya. Karena kecanggihannya, Stuxnet kemungkinan besar adalah buatan sebuah negara.


Lebih lanjut, peneliti menemukan bahwa Stuxnet dirancang untuk melakukan pencegatan perintah spesifik dari SCADA ke fungsi tertentu. Meski belum bisa dipastikan apa, namun temuan terbaru menguatkan dugaan bahwa targetnya adalah PLTN Bushehr atau Natanz di Iran.


Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, mengkonfirmasi dampak serangan virus Stuxnet pada fasilitas nuklir Iran. Beberapa kerusakan diakuinya telah terjadi.


"Spesialis kami telah menghentikan (virus itu) dan mereka tak akan bisa melakukan (kerusakan) lagi," lanjut Ahmadinejad. Pemerintah Iran meyakini, dalang serangan ini adalah Amerika Serikat atau Israel.


Beberapa saat kemudian, Iran kembali diserang oleh Duqu, virus yang dinilai sebagai kembaran Duqu. Kesamaan sifat Duqu dan Stuxnet memunculkan spekulasi bahwa malware ini dibuat oleh orang yang sama atau penjahat cyber di balik Stuxnet memberikan kode ke pengembang Duqu.


Flame

Pada tahun 2012, lagi-lagi Iran terkena serangan cyber nan canggih. Kali ini, virus tersebut dinamakan sebagai Flame yang diduga turunan dari Stuxnet.

Pejabat senior Iran mengklaim jaringan komputer yang menangani sektor minyak Iran diserang salah satu virus komputer paling perkasa saat ini, Flame.


Virus ini punya kemampuan yang belum pernah ada sebelumnya, yakni 'menyambar' setiap data yang ada dan 'menguping' di komputer si pengguna.


"Para ahli di Iran saat ini telah memproduksi semacam anti virus yang bisa mengidentifikasi dan membersihkan Flame dari komputer," kata Ali Hakim Javadi, Deputi Kementerian Komunikasi dan Informasi Teknologi Iran.


Banyak penelitian keamananan menyebutkan Flame sejatinya memang disponsori suatu negara. Analis di Symantec menemukan virus kompleks tersebut menggunakan mesin 'honeypot' dan memperhitungkan 'suicide code' yang mereka kirimkan akan menghapus semua jejak keberadaan Flame pada komputer yang terinfeksi.


Serangan ke NASA

Gary McKinnon adalah seorang hacker asal Inggris yang melancarkan serangan yang disebut sebagai hack komputer militer terbesar sepanjang masa. Sampai-sampai dia ditangkap dan terancam hukuman berat oleh pemerintah AS.

McKinnon menyerbu 97 komputer milik NASA dan militer AS. Ia melakukannya selama 13 bulan antara Februari 2001 sampai Maret 20012 di rumah pacarnya di London.


Otoritas AS mengklaim dia menghapus file sangat penting dan mematikan 2000 komputer milik militer selama 24 jam. McKinnon juga menyatakan bahwa keamanan komputer di AS seperti sampah.


McKinnon juga mengkopi berbagai data penting dan password ke komputer pribadinya. Sampai sekarang, kasus McKinnon belum selesai. Pemerintah Inggris dan AS masih tarik ulur soal apakah ia akan diadili di Inggris atau diekstradisi ke AS.


Serbuan Anonymous

Anonymous adalah kelompok hacker yang bergerak di bidang hacktivism. Mereka biasanya melancarkan serangan untuk memprotes kebijakan pemerintah tertentu, misalnya penyensoran internet.

Salah satu serangan menggegerkan yang dilakukan Anonymous terjadi pada awal tahun 2012. Memprotes kebijakan Stop Online Piracy Act (SOPA), Anonymous melancarkan serangan besar besaran pada berbagai website penting.


Seperti Departemen Kehakiman AS, FBI, Universal Music Group, Recording Industry Association of America (RIAA), Motion Picture Association of America (MPAA), dan Broadcast Music, Inc.


Situs situs tersebut sempat rubuh beberapa saat. Majalah Time sempat memasukkan Anonymous sebagai salah satu kelompok paling berpengaruh di 2012.


Kevin Mitnick

Di kalangan hacker dunia, sosok Kevin Mitnick adalah legenda. Dalam usia 16 tahun, Kevin sudah membobol sistem komputer Digital Equipment Corporation dan Pacific Bell. Kemudian aksinya semakin menjadi-jadi.

Pada awal 1990-an, Mitnick diketahui membobol jaringan perusahaan besar termasuk Motorola, NEC Corporation, Sun Microsystems dan Fujitsu Siemens.


Ia juga pernah 'menginvasi' komputer FBI. Mitnick pun pernah dinobatkan sebagai penjahat komputer most wanted sebelum akhirnya ditangkap aparat pada tahun 1995.


Dia dijatuhi hukuman selama 46 bulan. Saat ini, pria kelahiran tahun 1963 itu sudah tobat dan antara lain menjalani profesi sebagai konsultan sekuriti.

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar sobat dan dapatkan backlink satu arah langsung ke blog sobat dengan widget top komentator yang saya pasang di sidebar blog ini. Caranya dengan menjadi pemberi komentar terbanyak di blog ini, tapi mohon jangan Nyepam ya..! Komentar dengan menyertakan LINK / ANCHOR TEXT atau promosi produk tertentu akan saya hapus karena blog ini bukan tempat untuk mempromosikan produk yang dijual di blog anda.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops