echopediaboy tips dan trik blogspot

Rabu, 19 Desember 2012

Pemenang Miss Universe 2012 Olivia Culpo Dari USA

Kekalahan Indonesia dan


AKHIRNYA Olivia Culpo, Miss USA memenangkan mahkota Miss Universe 2012. Sementara jagoan dari Asia, Janine Tugonon (Filipina) duduk di posisi runner up dan Venezuela di posisi Tiga. Indonesia sendiri yang diwakili Maria Selena, sesuai prediksi, tidak masuk semifinalis. Meski demikian national costumnya masuk ke dalam Top 10 Best National Costumes.
Kemenangan Olivia ini tidak diduga-duga karena banyak kontestan yang dianggap kuat. Setidaknya kemenangan ini menyamai kemenangan tuan rumah seperti dalam ajang kecantikan internasional lain. Misalnya ketika Miss World diadakan di Cina, sang pemenang adalah wakil dari Cina. Pun ketika Miss International diadakan di Jepang, sang pemenang pun datang dari Jepang. Meski hal demikian bisa saja hanya kebetulan, tapi banyak yang percaya kalau itu cuma ’setting-an’. Nah, Miss World 2012 akan diselenggarakan di Indonesia, apakah Indonesia akan menjadi pemenang Miss World tahun depan? Entahlah, sudah dua tahun berturut-turut wakil kita masuk ke dalam jajaran Top 15. Siapa tahu kelak akan masuk Top 5, atau menjadi pemenang?
Jajaran Top 16
Sementara Venezuela ‘tak mungkin’ menang karena di era ini sudah beberapa kali menang dua kali berturut-turut. Setidaknya jagoan saya ini duduk di Top 3 (sesuai sama hot pick versi saya dan sepupu saya. Hehehe).
Australia ‘harus masuk’ karena MUO bekerjasama dengan produsen bikin KOEY dari Australia. Selain itu karena wakil Australia selalu ’stunning’ dan matang’. Sementara Brazil harus masuk top 5 karena sebelumnya wakilnya menjadi runner up. Bagaimana nasib RRC? Meskipun tahun lalu masuk top 5, namun tahun ini China diberi predikat Best National Costumes. Kemenangan ini sesuai dengan prediksi Samandayu. Dan memang secara kasat mata, pakaian ini begitu indah dan berhasil merepresentasikan porselen dinasti Cina.
Sementara Afrika Selatan yang banyak dijagokan akan memenangkan mahkota MU, harus puas masuk ke dalam Top 10. Wajahnya yang terlalu tirus ala Paris Hilton mungkin menjadi pertimbangan juri. Sementara yang mengejutkan, wakil yang tak banyak dijagokan masuk. Mereka adalah India, Hungaria dan Turki. Juri pasti punya alasan khusus ketiganya masuk. Memang secara pembawaan, wakil dari India terlihat sangat tenang tapi matang.

Berikut daftar semifinalis, Top 10, dan Pemenang
Foto: missology.com
Miss Universe 2012: Amerika Serikat - Olivia Culpo
Runner Up 1:Filipina - Janine Tugonon
Runner Up 2: Venezuela - Irenne Esser
Runner Up 3: Australia - Reane Ayris
Runner Up 4: Brazil - Gabriela Markus

Top 10
Perancis - Marie Payet
Hungaru - Agnes Konkoly
Afrika Selatan - Melinda Bam
Rusia - Elizabetha Golonovora
Meksiko - Karina Gonzalez
Top 16
Turki - Cagil Ozkul
Peru - Nicole Faveron
Polandia - Marcelina Zawadzka
Kroasia - Elizabeta Burg
Kosovo - Diana Avdiu
India - Shilpa Singh

Penghargaan Khusus
Miss Photogenic: Kosovo (Diana Avdiu)
Miss Congeniality: Guatemala (Laura Godoy)
Best National Costumes: China (Ji Dan Xu)

Faktor  Kekalahan Indonesia
Maria Selena kurang memiliki kemampuan public speaking yang bagus. Seharusnya dengan kemampuan berbahasa Inggris yang seadanya, dia tak perlu memaksakan diri dan menjawab dengan bahasa Indonesia. Menjawab dengan bahasa Indonesia pun tidak menjamin bisa memikat juri. Sebab dalam web interview maupun penjurian ‘empat mata’, mereka juga melihat gestur dan konten jawaban. Seharusnya dalam kurun waktu setahun itu, Selena bisa memantapkan diri dengan kursus bahasa Inggris intenasif yang mungkin diberikan YPI.
Pemalu adalah sifat orang Indonesia. Sebelas dua belas dengan perasaan minder. Pemalu juga diakui Selena dalam sebuah wawancara dengan blog Indonesian Pageant. Meski demikian ia juga gadis yang suportif oleh karena dia atlet (pemain basket).
Selena dinilai kurang dalam hal catwalk atau kemampuan modelling. Entah apa yang dilakukan YPI selama setahun terakhir, tapi penampilan Selena di babak preliminary terlihat kurang percaya diri. Apalagi dengan gaun malamnya, ia sempat ‘keseleo’. Hal yang juga dialami Laila Lopes saat menggunakan gaun yang sama memang. Meski MU bukan kontes modelling, tapi cara berjalan di depan umum dianggap sebagai representasi kecantikan perempuan ketika berhadapan di depan umum.
Apakah PI perlu memilih sosok perempuan yang ‘matang’ secara usia maupun pembawaan. Artika Sari Devi menjadi PI 2004 ketika usianya 25. Ia juga memiliki pembawaan yang percaya diri, santai tapi memukau. Selanjutnya, PI PI yang dipilih cenderung mengandalkan kecantikan luar. Meski semuanya sudah berjuang dengan baik, termasuk Selena.
National director Indonesia kurang persiapan. Dalamh hal ini YPI sebagai penyelenggara, meski usahanya patut diapresiasi, namun dalam penerapannya selama karantina, Selena mengalami banyak kendala. Dalam twitter-nya, ia (kembali) bersumpah serapah dengan mengatakan ’shit happened’ sebagai bentuk kekecewaan karena deep interview tidak dibarengi dengan penejemah bahasa Indonesia. Apakah ini soal ketidaksiapan YPI atau pihak MUO (Miss Universe Organization).
Okey, dia adalah pemain basket perempuan yang cantik menjulang, tapi MU perlu sebuah cerita yang menarik dan simpatik. Mungkin masuknya Artika karena ia fasih menjelaskan betapa ia berada di kultur budaya ketimuran dan ’serangan’ kontroversi dalam negeri yang melandanya. Sementara dari web interview saja, Selena sudah dinilai sebagian orang sebagai gadis yang manja, malu-malu, dan kurang matang. Jawaban web interviwenya aja serba kabur.

Reaksi Fans Dalam Negeri
Memperhatikan gerak-gerik fans fanatik pageant lokal memang menjadi hiburan sendiri. Mereka mendukung tanpa pernah bisa berpikir realistis dan mencoba berobyektif ria. Mereka yakin wakilnya place bahkan menjadi jawara. Sampai-sampai seharian vote dan yakin kalau usahanya akan berhasil dan wakilnya sukses. Namun apa yang terjadi ketika wakilnya tidak masuk semifinalis, yeah …mereka mencari kambing hitam. Kambing hitam jenis apa saja?
‘Sabotase’ Donald Trump. Trump adalah pendiri Miss Universe. Kemenangan Culpo dianggap sebagai akal-akalan Trump. Padahal kalau Trump mau, bisa saja setiap tahun pemenang MU adalah USA melulu. Dalam penjurian MU dikenal juga dengan istilah Trump Card atau kontestan yang masuk atas ‘bantuan’ Trump. Namun isu itu tidak sepenuhnya benar. Sebab yang masuk semifinalis terlihat murni campur tangan juri. Tak hanya kecantikan fisik yang dilihat, namun sesuatu yang tidak kita lihat sebagai penonton awam. Kita bahkan nggak berada selama karantina, dan hanya melihat dari video youtube dan foto-foto. Tapi beberapa di antara kita sudah fasih mencela si ini dan si ini sebagai kontestan yang tak layak masuk 16 besar. :D
Sebenarnya reaksi demikian wajar sih. Fans pendukung di luar sana juga barangkali mengurai kekecewaan yang sama. Bahkan fans Janine kurang puas kalau wakilnya juara dua. Padahal Janine selangkah lebih maju dibanding wakilnya terdahulu.  Intinya selalu ada rasa puas dan tidak puas.Kelak ketika emosi mereka mereda, mereka juga sudah menerima kenyataan dan akan ‘cinta’ pada sang pemenang.

Siapa Culpo?
Meski punya tinggi badan yang ’standar’ namun barangkali ia dipilih karena pesona dan aura tertentu. Secara personal sih saya kurang menyukainya karena aura ‘kesombongannya’ begitu terlihat. Mungkin sesuai dengan citra adidaya Amrik. :p. Namun dia ‘harus’ menang karena sudah lama USA tak memenangkan mahkota MU. MU 2012 ‘tak mungkin’ dimenangkan Janine karena meski secara pesona sangat matang, namun secara fisik ia masih dinilai ‘kurang ayu’ dibanding kontestan lain.Meskipun bisa saja hal itu terjadi dan mengulang kemenangan Riyo Mori tahun 2007.
Culpo mewakili Rhode Island di ajang Miss USA 2012 yang diselenggarakan 3 Juni 2012 Ia adalah lulusan St Mary Academy. Ia juga mahir memainkan alat musik cello dan penah berpartisipasi dalam Rhode Islan Philharmonic Youth Orcestra.
Kemenangan ini membuat ia harus ke Indonesia untuk membantu menyematkan gelar Putri Indonesia 2012-2013 sekira pada Februari mendatang.

Nonton di TV
Siaran ulang final MU akan ditayangkan di Indosiar malam ini jam 10 malam. Bagaimanapun -dan terpaksa harus klise, Maria Selena sudah berjuang sebaik yang ia bisa. Ia toh tak sendiri menjadi kontestan clapper/penyorak/kalah.
Harus berapa kali disampaikan, semoga kontestan yang kelak menjadi PI benar-benar merepesentasikan perempuan lokal/Indonesia sendiri. Tengsin juga kan kalau wakil kita kurang bisa berpresentasi baik dalam web interview? Itu memang tidak menunjukkan wajah masyarakat Indonesia yang sebagian besar juga nggak fasih bahasa Inggris. Tapi yang awam-awam ini boleh dong berharap ‘wajah’ mereka diwakili oleh kontestan yang benar-benar bisa dibanggakan. Tidak hanya dari kecantikan lahiriah, melainkan pembawaan.

SUMBER : http://luar-negeri.kompasiana.com/2012/12/20/kekalahan-indonesia-dan-pemenang-miss-universe-2012-518251.html

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan tinggalkan komentar sobat dan dapatkan backlink satu arah langsung ke blog sobat dengan widget top komentator yang saya pasang di sidebar blog ini. Caranya dengan menjadi pemberi komentar terbanyak di blog ini, tapi mohon jangan Nyepam ya..! Komentar dengan menyertakan LINK / ANCHOR TEXT atau promosi produk tertentu akan saya hapus karena blog ini bukan tempat untuk mempromosikan produk yang dijual di blog anda.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hosted Desktops