- Nicolae Ceausescu
Nicolae Ceausescu adalah Sekretaris Jendral dari Partai
Komunis Romania pada tahun 1965-1989. Lahir dari keluarga petani
sederhana pada tahun 1918. Pada usia 11 tahun, ia bekerja pada sebuah
pabrik di kota Bucharest dan mulai aktif mengikuti kegiatan kaum
sosialis. Di awal tahun 1930-an, ia bergabung dengan gerakan revolusi
kelas pekerja. ia sering keluar masuk penjara karena kegiatan
pemborantakannya ini. Dan di penjara inilah, ia bertemu dengan Gheorghiu-Dej,
pemimpin gerakan komunis Romania yang kemudian berhasil menggulingkan
pemerintahan Romania saat itu. Pada tahun 1965, Gheorghiu-Dej ditemukan
meninggal mendadak dan memberikan tempat kepada Ceausescu untuk memimpin
Romania. Ia mengangkat dirinya sendiri sebagai Raja sehingga memiliki
kekuasaan absolut, sangat bertolak belakang dengan aliran komunisme yang
dianut partainya, yang tidak mengakui aliran monarki/kerajaan. I
menyebut dirinya "The Genius of The Carpathians".
Saat negaranya merasakan kemiskinan akibat hutang luar
negeri yang sangat tinggi, dimana rakyat sampai harus antri untuk
mendapatkan roti, Ceausescu hidup berlimpah tanpa kekurangan makanan. Ia
juga memerintahkan untuk membangun gedung terbesar di dunia untuk
parlemen, yang oleh pemerintahan sekarang pun hanya digunakan 30% dari
gedung tersebut saking besarnya.Kegilaan lainnya, Ceausescu menuntut
semua ilmuwan di Romania untuk menyertakan nama istrinya dalam semua
penelitian mereka, padahal istrinya bukan seorang ilmuwan atau yang
berpendidikan tinggi, istrinya malah cenderung buta huruf. Ia juga
mengklaim anaknya, Nicu telah menerbitkan beberapa penelitian mengenai Fisika Nuklir.
Kediktaktorannya berakhir setelah rakyat melakukan
revolusi pada Desember 1989, Ceausescu dan istrinya berusaha melarikan
diri namun akhirnya tertangkap dan dijatuhi hukuman tembak mati dan
merupakan hukuman tembak mati terakhir karena pada tahun 1990 hukuman
dengan cara tersebut dilarang oleh pemerintah Romania.
- Rafael Trujillo
Rafael Trujillo merupakan diktaktor dari Republik
Dominica, salah satu negara di kepulauan Karibia. Ia berkuasa sebagai
presiden dari tahun 1930-1938 kemudian berkuasa kembali pada tahun 1932
hingga 1942. Ia merupakan salah satu dari sekian diktaktor yang
mengklaim dirinya adalah Tuhan kepada rakyatnya. Ia memerintahkan semua
gereja memasang tulisan "God in Heaven, Trujillo on Earth".
Ia menyelenggarakan sebuah acara bernilai 30 juta US dollar dengan nama
"Fair of Peace and Fraternity of the Free World" dan dalam acara
tersebut, ia menunjuk putrinya sebagai Ratu (Queen). Ia juga menunjuk
putranya yang berumur 3 tahun sebagai Kolonel. Ia melakukan kampanye
untuk istrinya agar terpilih untuk mendapatkan penghargaan Nobel dalam
bidang Sastra, meskipun istrinya buta huruf. Ia mengeluarkan aturan
semua plat mobil harus bertuliskan "Viva Trujillo" dan yang tak kalah
gilanya, ia mempromosikan putranya yang masih sangat muda menjadi
seorang Jendral.
Salah satu kebijakannya yang terkenal adalah "open door policy",
kebijakan yang berkaitan dengan penerimaan pengungsi Yahudi dari Eropa,
pengungsi Jepang dan Spanyol. Dengan kebijakan tersebut sebetulnya ia
juga mengembangkan kebijakan unik mengenai rasisme di negaranya, yang
dikenal dengan "antihaitinismo (anti haiti)", targetnya adalah
menghabisi orang-orang Haiti berkulit hitam, termasuk juga rakyat
Dominica yang berkulit lebih gelap. Pada tahun 1937, ia memerintahkan
untuk menyerang perbatasan Haiti dan membunuh lebih dari 10 ribu rakyat
Haiti yang mencoba melarikan diri. Jumlah korban secara pasti sampai
saat ini tidak dapat dipastikan, diperkirakan 20 ribu sampai dengan 30
ribu orang. Penyerangan ini disebut dengan Pembantaian Parsley.
Kediktatorannya berakhir ketika ia dibunuh pada 30 Mei
1961 oleh sekumpulan orang yang berjumlah 11 orang, yang menurut
penelusuran diotaki oleh CIA, Amerika Serikat, meskipun tentunya
disanggah oleh pihak CIA.
- Idi Amin
Idi Amin adalah diktaktor dari Uganda, Afrika yang
berkuasa pada tahun 1971-1979. Ia memulai karir politiknya ketika ia
bergabung dengan King's African Rifles (KAR), tentara koloni Inggris di
Afrika. Ia menggulingkan Perdana Mentri Milton Obote
dengan tuduhan korupsi, ia bersama tentara yang pro kepadanya menyegel
Bandara Udara Enttebe ketika sang Perdana Mentri menghadiri kongres
Commonwealth di Singapura.
Seminggu setelah kudeta yang dilakukannya, Amin
mengangkat dirinya sendiri sebagai Presiden Uganda. Tidak hanya berhenti
disitu, ia juga menunjuk dirinya sendiri sebagai Kepala Komando Tentara
Uganda. Ia menempatkan hukum dan pengadilan militer diatas
segala-galanya. Amin membersihkan pasukan tentaranya dari pendukung
Obote dengan melakukan pembunuhan terhadap mereka tanpa ampun, korban
terus jatuh tidak terbatas pada pendukung Obote saja, namun meluas
kepada orang-orang yang dia anggap sebagai pembangkang atau musuhnya,
mulai dari pemimpin agama, senior politisi, hakim, pengacara bahkan
artis atau homoseksual dengan motif yang semakin tidak jelas (motif jiwa
kriminal yang dimilikinya dan sekedar keinginan untuk menghabisi
orang-orang tertentu). Salah satu kegilaan yang sering diberitakan
adalah kebiasaannya memakan daging musuhnya atau yang membangkang
terhadap dirinya, terkadang ia berikan sebagai makanan untuk buaya
peliharaannya.
Ia membuat berbagai slogan untuk dirinya sendiri, mulai dari "Penguasa Kerajaan Inggris", "Presiden Seumur Hidup"
dan lain sebagainya. Ia melarang orang Asia datang ke Uganda hanya
karena seorang wanita dari keluarga penting di Asia menolak untuk
dinikahi. Ia mengklaim dirinya sebagai Raja Skotlandia yang tidak
bermahkota dan menulis surat cinta untuk Ratu Elizabeth II. Media massa
internasional seringkali menyebutnya dengan diktaktor eksentrik karena
berbagai perkataan dan perbuatannya yang tergolong "gila".
Kediktaktorannya berakhir ketika ia melarikan diri dari serangan balasan Tanzania ke Lybia, negara yang dimpimpin sekutunya, Khadafi.
Dan kemudian menghabiskan sisa hidupnya dalam pengasingan di Saudi
Arabia ditemani salah satu istrinya hingga meninggal dan dikuburkan di
kota Jeddah, Saudi Arabia.
- Muammar Qaddafi
Muammar Qaddafi adalah diktaktor Libya yang mulai berkuasa pada tahun 1969 setelah berhasil merebut kekuasaan dari Raja Idris
di tahun yang sama. Ia memulai karir politiknya dengan bergabung dengan
akademi militer Libya pada tahun 1961 dan mendapatkan traning militer
lanjutan di suatu tempat di negara Inggris.
Selama pemerintahannya Qaddafi menutup semua akses
komunikasi dengan dunia barat, komunikasi politik dengan negara-negara
barat akan diganjar hukuman 3 tahun penjara. Bahasa Inggris dan Perancis
dikeluarkan dari kurikulum sekolah sehingga hampir semua rakyatnya
tidak dapat berkomunikasi selain dengan bahasa Arab. Qaddafi telah
melakukan banyak pembunuhan di luar negaranya, ia membunuh seorang
mahasiswa asal Lybia yang bersekolah di Colorado State University,
Amerika dan menembaki orang Lybia yang sedang mencari perlindungan di
London sehingga akhirnya Inggris memutuskan hubungan diplomatik dengan
negaranya.Ia juga pernah membicarakan tentang rencana pembunuhan
terhadap Presiden Amerika, Ronald Reagan yang mengakibatkan penolakan
paspor Lybia masuk ke Amerika.
Yang paling kontroversial dari Qaddafi adalah pasukan
bodyguard-nya yang semuanya adalah wanita perawan, yang dilatih secara
militer dan disiapkan untuk berani mati melindungi sang presiden. Ia
pernah memberikan pidato di Italia, dimana semua hadirinnya adalah
wanita dan menjelaskan mengapa negara-negara Eropa harusnya membayar dia
5 trilyun euro. Ia juga pernah berpidato dalam sidang PBB selama hampir
2 jam dan salah satu hal gila yang disampaikan adalah dukungannya
terhadap para bajak laut Somalia yang terkenal sadis. Qaddafi mengklaim
bahwa Israel-lah yang bertanggung jawab terhadap pembunuhan JFK, juga
menyebut Barrack Obama, "My Son".
Kediktaktorannya baru saja berakhir di bulan April 2011,
setelah rakyat Lybia melakukan revolusi dan mengusir Qaddafi dari
istananya.
- Yahya Jammeh
Yahya Jammeh adalah Presiden Gambia, sebuah negara kecil di Afrika Barat. Jammeh menggantikan Jawara,
presiden yang telah memimpin Gambia sebelumnya selama hampir 30 tahun,
yang diturunkan melalui kudeta pada tahun 1994. Jammeh naik ke kursi
kepresidenan setelah memenangkan pemilihan umum secara mutlak pada tahun
1996 dan terpilih kembali pada tahun 2001. Pada tahun 2006 sempat
diberitakan ada usaha untuk melakukan kudeta terhadap pemerintahan
Jammeh, dipimpin oleh Kolonel Ndure Cham namun berhasil
digagalkan. Mereka yang terlibat dalam aksi ini berhasil ditangkap dan
dihukum, empat orang diantaranya diganjar hukuman penjara seumur hidup.
Jammeh kemudian terpilih kembali menjadi presiden pada tahun 2006.
Selama pemerintahannya, ia banyak mengeluarkan aturan,
salah satunya adalah larangan terhadap kaum homoseksual yang akan
mengakibatkan hukuman penggal kepala bagi siapapun yang diketahui
memiliki hubungan sesama jenis, sempat diberitakan terjadi pembunuhan
terhadap seluruh kaum homo di negaranya dan ia juga memberikan ultimatum
bagi mereka untuk segera meninggalkan Gambia. Pada tahun 2007, ia
mengklaim dirinya menemukan obat herbal untuk penyakit AIDS dan asma dan
pasien yang menggunakan obat temuannya mengalami peningkatan kondisi
kesehatan. Ia juga pernah mengatakan bahwa Gambia memegang peranan
penting dalam indutri penerbangan dunia karena penerbangan Atlantik
pertama dan penerbangan pertama dari Eropa Timur mendarat di Gambia,
selain itu ia mengatakan bahwa awalnya Gambia adalah negara terbesar di
Afrika namun pemerintahan Inggris mengubahnya menjadi negara kecil dan
menjual sebagian besar negara tersebut kepada Perancis.
Selama pemerintahannya, kebebasan jurnalistik ditekan, hal ini dibuktikan dengan kasus pembunuhan atas Deyda Hydara,
editor dari tabloid The Point yang tidak pernah terpecahkan. Ia memaksa
para wartawan untuk mengikuti perintah pemerintahan, ia mengatakan
radio dan televisi terlalu banyak bicara di negaranya. Pada tahun 2006,
Ebrima Manneh, seorang wartawan yang berusaha memberitakan siaran BBC
yang mengkritisi, ditangkap dan dipenjarakan atas perinta Jammeh.
Malangnya untuk rakyat Gambia, sampai saat ini, Jammeh masih berkuasa di negara tersebut.
- Francisco Macias Nguema
Francisco Macias Nguema adalah Presiden Guinea
Ekuatorial, sebuah negara kecil di Afrika Tengah dengan pendapatan
kapita yang cukup besar namun tidak terdistribusi dengan rata karena 70%
dari rakyatnya masih hidup dibawah garis kemiskinan. Francisco Macias
Nguema memimpin negara tersebut dari tahun 1968-1979, sebelumnya ia
menjabat sebagai gubernur dari kota Mongomo. Selama pemerintahannya,
banyak diberitakan pembunuhan atas lawan politiknya serta pelarangan
penggunaan bahasa Spanyol (negara ini sebelumnya merupakan koloni
Spanyol).
Sepertiga dari rakyatnya diberitakan melarikan diri ke
negara lain selama pemerintahannya. Banyak pelanggaran hak asasi manusia
yang dilakukan Francisco Macias Nguema, diantaranya menutup semua rumah
sakit yang ada berkaitan dengan titel dirinya "Keturunan Dokter Penyihir (Dukun)". Ia melarang penggunaan kata "intelektual" dan melarang orang untuk memancing. Ia mengubah moto negaranya menjadi "Tidak ada Tuhan selain Macias Nguema".
Ia juga memerintahkan pembunuhan terhadap Kepala Bank di negaranya
serta menyembunyikan seluruh uang negara di rumahnya. Pada hari Natal
tahun 1975 ia memerintahkan pembunuhan terhadap 150 lawan politiknya di
lapangan sepak bola sambil memutar lagu Mary Hopkins yang berjudul "Those Were the Days".
Ia mengubah undang-undang di negaranya dan menjadikan
dirinya sebagai sumber dari seluruh hukum yang ada. Ia mendeklarasikan
dirinya sebagai raja seumur hidup. Ia mengeluarkan undang undang baru
antara lain, hukuman mati akan diberikan kepada mereka yang dianggap
mengancam presiden ataupun pemerintahan, menghina atau melawan
pemerintah akan dihukum 30 tahun penjara.
Keditaktorannya berakhir saat keponakannya, Teodoro Obiang Nguema,
melakukan kudeta pada bulan Agustus 1979, sang paman melarikan diri
bersama pasukan setianya namun berhasil ditangkap di hutan dan dilakukan
sidang militer atas dirinya dan diputuskan hukuman tembak mati, yang
disebut "101 times" (101 kali penembakan dilakukan sebagai
hukuman), 2 orang dari tim pembelanya di persidangan dijatuhi hukuman
penjara 30 tahun. Sampai saat ini negara Guinea Ekuatorial yang malang
ini masih dipimpin oleh keponakan ditaktor yang bahkan "sedikit" lebih
gila daripada pamannya.
- Saparmurat Niyazov
Saparmurat Niyazov adalah presiden seumur hidup dari
Turkmenistan, sebuah negara di Asia tengah. Niyazov memulai karir
politiknya ketika menjadi sekretaris pertama dari Partai Komunis
Turkmenistan. Segera setelah negara ini lepas dari Uni Soviet pada tahun
1991, ia memimpin hingga ia meninggal pada tahun 2006 lalu. Ia menamai
dirinya sendiri Turkmenbashi, yang artinya "Pemimpin Rakyat Turki".
Media luar mengkritiknya sebagai salah satu ditaktor yang paling korup
dan represif, sebuah lembaga hak asasi di London pernah memberitakan
kekayaan yang dimiliki Niyazov dalam bentuk valuta asing diduga lebih
dari 3 juta dolar Amerika tersimpan di bank-bank Belanda dan Jerman.
Salah satu kegilaan sang presiden yang terkenal adalah
menamai bulan di kalender dengan namanya dan nama keluarganya. Ia
melarang penggunaan rekaman lagu maupun musik dengan alasan akan merusak
perkembangan seni musik, ia melarang anjing berkeliaran di Ashgabat,
ibukota negara Turkmenistan karena baunya yang tidak enak. Ia
memerintahkan pembangunan ring es skating agar mereka yang hidup di
gurun dapat belajar dan dapat melakukan es skating. Setelah dirinya
berhenti merokok pada tahun 1997 akibat operasi jantung yang dilakukan,
ia memberlakukan pelarangan merokok di seluruh tempat umum, termasuk
larangan mengunyah tembakau (menyirih) di seluruh kawasan negaranya. Ia
juga melakukan pelarangan atas opera, balet dan sirkus di tahun 2001.
Seluruh reporter dan pembawa berita wanita di televisi tidak
diperbolehkan menggunakan make up karena menurutnya, seluruh wanita di
negaranya sudah cantik tanpa make up.
Pada tahun 2004 beredar leaflet di Ashgabat yang berisi
ajakan penggulingan dan sidang terhadap Niyazov, para pejabat tidak
berhasil menghentikan kampanye tersebut sehingga Niyazov memecat Perdana
Menteri Internal dan Direktur Kepolisian melalui siaran televisi
nasional. Setelah itu, ia memerintahkan pemasangan kamera pengawas
(CCTV) di jalan-jalan utama ibukota negara.
Keditaktorannya berakhir pada bulan Desember 2006,
televisi nasional mengumumkan kematian sang presiden akibat serangan
jantung. Ia dimakamkan di makam keluarga yang telah disiapkan di kota
kelahirannya, sekitar 7 km dari ibukota negara.
- Francois Duvalier
Francois Duvalier atau dikenal dengan nama Papa Doc
adalah presiden seumur hidup yang berkuasa di Haiti dari tahun
1957-1971. Ia berhasil memenangkan pemilu pada tahun 1956 melawan Louis Déjoie, dengan mengusung kerakyatan Afro-Haiti karena lawan politiknya merupakan keturunan campuran.
Setelah diambil sumpah kepresidenan pada bulan Oktober
1957, ia melakukan penyesuaian terhadap undang-undang. Salah satunya
adalah UU yang melarang pemilihan kembali presiden yang berkuasa, ia
ubah sehingga ia dapat terpilih kembali menjadi presiden bahkan menjadi
kandidat tunggal. Ia pernah mengalami serangan jantung, yang
mengakibatkannya harus beristirahat total sehingga ia menyerahkan
pemerintahannya sementara kepada Clement Barbot, kepala
grup paramiliter. Setelah pulih, ia menuduh Barbot berusaha untuk
mengambil alih kuasa dari dirinya. Saat Barbot berusaha menggulingkan
dirinya, ia memerintahkan pencarian besar-besaran atas diri Barbot namun
Barbot tidak dapat ditemukan. Duvalier percaya bahwa Barbot telah
berubah menjadi anjing hitam sehingga ia memerintahkan pembunuhan atas
semua anjing hitam di Haiti. Ketika akhirnya Barbot dapat ditemukan dan
di tembak mati, Duvalier menyimpan kepalanya untuk Voodoo.
Selama pemerintahannya, ia sering menyalahgunakan bantuan
luar negeri dengan menyimpannya dalam rekening bank pribadi, melakukan
penekanan terhadap kaum elit keturunan campuran, mendominasi
bisnis-bisnis negara untuk memperkaya diri sendiri dan pendukungnya.
Para profesional seperti dokter, guru, ilmuwan banyak yang melarikan
diri dari Haiti sehingga negara tersebut mengalami kekurangan atas
tenaga dokter dan guru sehingga kondisi negara tersebut sering disebut
"brain drain" (pengeringan otak/intelektual). Pertanian dikuasai oleh
kaum militer, rakyat yang dipekerjakan untuk mengolah lahan pertanian
tidak dibayar sehingga tingkat kejahatan di Haiti tergolong tinggi
karena rakyat banyak mengalami kelaparan dan malnutrisi.
Keditaktorannya berakhir setelah sang presiden meninggal dunia diawal tahun 1971 dan digantikan oleh putranya, Jean-Claude Duvalier, yang disebut juga dengan Baby Doc.
- Mobutu Sese Seko
Mobutu Sese Seko adalah presiden dari negara Zaire, yang
sekarang menjadi Republik Kongo, negara terbesar ketiga yang terletak di
Afrika Tengah. Seko berkuasa di negara tersebut mulai tahun 1965 hingga
1997. Setelah mendapatkan kemerdekaannya, negara Kongo mengalami krisis
akibat perebutan kekuasaan yang akhirnya dimenangkan oleh Perdana
Mentri Lumumba. Lumumba menunjuk Seko untuk menjadi Kepala Staf Tentara
dan ini merupakan langkah awal Seko menguasai Kongo.
Selama pemerintahannya, ia melarang penggunaan nama-nama
Eropa, ia memperingatkan para pendeta untuk tidak membaptis anak-anak
Kongo dengan nama Eropa, bagi yang tertangkap melakukan akan dihukum 5
tahun penjara. Ia menamai dirinya, yang jika dialih-bahasakan ke dalam
bahasa Indonesia kira-kira berarti "Prajurit yang sangat berkuasa
dan karena ketahanan dan fleksibilitasnya akan selalu menang, akan
selalu menaklukan dan meninggalkan api dalam kehadirannya".
Kekayaannya diperkirakan mencapai 5 juta dolar Amerika tersimpan di
bank-bank di negara Swiss, kekayaan ini hampir sebesar hutang luar
negeri negaranya saat itu. Kondisi rakyat mengalami kelaparan, fasilitas
umum tidak terawat sementara sang presiden hidup mewah berpindah-pindah
di beberapa istana yang dibangunnya. Ia menuntut penanyangan berita
sore diawali dengan gambar dirinya yang turun melalui awan dari surga.
Ia juga melarang media menyebutkan nama seseorang dengan sebutan nama
mereka masing-masing, kecuali untuk nama dirinya sendiri. Ia melarang
topi yang terbuat dari kulit macan atau bercorak kulit macan kecuali
topi untuk dirinya sendiri.
Keditaktorannya berakhir setelah pemerintahannya
digulingkan saat Perang Kongo pertama terjadi di tahun 1996. Ia kemudian
diasingkan di Togo namun lebih sering menghabiskan waktunya di Maroko.
Ia meninggal pada bulan September 1997 akibat kanker prostat dan
dimakamkan di kota Rabat, Maroko.
- Kim Jong-Il
Kim Jong-Il mulai memimpin setelah kematian Kim Il Sung,
sang ayah dan pemimpin Korea Utara saat itu, pada bulan Juli 1994
akibat serangan jantung. Kim Jong Il membutuhkan waktu kurang lebih 3
tahun untuk mengonsolidasikan pemerintahan dibawah kekuasaannya. Bersama
dengan ayahnya, ia dipuji dan disebut sebagai "Pencipta Alam Semesta". Dalam pidatonya, ia selalu menyebut dirinya sebagai "Dear Father" bukan "Dear Leader".
Dalam melakukan perjalanan, ia selalu ditemani "pleasure squad"
(pasukan kesenangan/kenikmatan), yang semua anggota adalah wanita muda.
Ia dianggap memiliki kekuatan supernatural sejak lahir. Ia mengklaim
bahwa Korea Utara merupakan negara yang paling demokratis, bebas dan
terhormat di bumi. Ia juga mengklaim dirinya sebagai penemu hamburger
dan merupakan pegolf paling legendaris yang pernah ada di dunia. Ia
membangun kota di perbatasan Korea Utara dan Selatan hanya untuk
mengelabui orang-orang Korea Selatan agar menyeberang ke negaranya. Ia
berusaha menyingkirkan orang-orang yang bertubuh pendek dari Pyongyang,
ibukota negara hanya karena ia kesal dengan tinggi badannya. Anak-anak
sekolah diajarkan bahwa sang presiden tidak pernah buang air besar. Dan
puncak kegilaannya adalah ketika ia memerintahkan penculikan atas dua
orang sutradara untuk membuat remake dari fim Godzilla, dengan versi
komunis. Ia selalu mengklaim Korea utara sebagai surga dimana orang
tidak pernah mengalami kemiskinan dan semua orang hidup bahagia. Padahal
dalam kenyataan banyak rakyatnya menderita dan hampir semuanya bekerja
di lahan pertanian milik pemerintah.
Pada tahun 2008 Kim mengalami penurunan kesehatan dan
banyak rumor beredar mengenai kesehatan Kim yang menurun ini, berbagai
spekulasi penyakit, mulai dari stroke, jantung, hingga kanker
diberitakan oleh media namun selalu dibantah oleh pemerintahannya.
Hingga pada tahun 2010, wikileaks mengeluarkan dokumen mengenai penyakit
yang diderita oleh sang presiden, yaitu epilepsi.
Malang bagi rakyat Korea Utara sampai saat ini, sang presiden masih berkuasa dan kegilaannya masih barus berlanjut.